Ketika mengalami kehamilan, maka akan ada banyak proses yang dilalui oleh ibu yang mengandungnya. Jika mengalami kondisi tertentu, maka bayi bisa saja meninggal ketika masih ada di dalam rahim ibu hamil. Agar kondisi tersebut bisa dicegah, ada baiknya jika anda mengetahui penyebab bayi meninggal dalam kandungan seperti ulasan berikut!

Penyebab Kenapa Bayi Bisa Meninggal Saat di Dalam Kandungan

  1. Pertumbuhan Janin Yang Terbatas

Kekurangan oksigen menjadi salah satu penyebab kenapa bayi tidak tumbuh sesuai usia yang seharusnya. Hal ini menjadi alasan kenapa bayi meninggal ketika berada di kandungan ibu. Selain itu, kondisi yang satu ini juga berhubungan dengan fungsi plasenta yang buruk atau lebih tepatnya aliran darah yang kurang baik.

  1. infeksi

Ibu hamil juga bisa kehilangan bayinya jika terinfeksi bakteri. Hal ini akan semakin beresiko di masa kehamilan 24 sampai dengan 27 minggu. Infeksi ini umumnya tidak disadari oleh ibu hamil dan tidak mudah didiagnosa secara kasat mata. Hal ini bisa diketahui dengan cara pemeriksaan USG dan laboratorium.

  1. Cacat Kelahiran

Gangguan kromosom juga menjadi penyumbang cacat kelahiran sekitar 15 sampai dengan 20% bayi bisa meninggal di dalam kandungan. Ada kalanya, bayi memiliki kelainan struktural atau malformasi kongenital yang dapat disebabkan oleh faktor genetik. Tak hanya itu saja, ini juga bisa terjadi akibat lingkungan dan lain sebagainya.

Agar kondisi tersebut tidak  terjadi, maka kontrol kehamilan harus benar benar dilakukan dengan teratur. Langkah tersebut dapat membantu mengenali faktor faktor risiko bayi meninggal dalam kandungan ibu. Selain itu, hindari penggunaan obat obatan, konsumsi alkohol dan rokok agar janin tetap sehat dalam kandungan.